BANGGA! Prof. Muslimin Kara dan Tim Riset FEBI Lolos Pendanaan Bergengsi MoRA The AIR Funds 2025

  • 31 Desember 2025
  • 05:40 WITA
  • Administrator
  • Berita

FEBI News – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Alauddin Makassar kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah nasional. Tim peneliti dari Program Studi Ekonomi Islam yang diketuai oleh Prof. Dr. Muslimin Kara, M.Ag., dinyatakan lolos sebagai penerima pendanaan riset bergengsi dalam program MoRA The AIR Funds (The Awakened Indonesia Research Funds) Tahun 2025. Capaian ini terasa semakin istimewa karena tim bentukan FEBI ini menjadi bagian dari 7 tim peneliti UIN Alauddin Makassar yang berhasil melampaui seleksi ketat program hasil kolaborasi antara Kementerian Agama (Kemenag) RI dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) tersebut.

MoRA The AIR Funds merupakan skema pendanaan riset strategis yang bertujuan mendorong hilirisasi hasil penelitian di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK). Program ini memberikan dukungan dana signifikan, berkisar antara Rp500 juta hingga Rp2 miliar per judul, untuk riset yang memiliki dampak nyata bagi masyarakat dan daya saing global.

Dalam kompetisi riset berskala nasional ini, Prof. Muslimin Kara dan tim mengusung judul penelitian: "Wakaf Hijau Sebagai Arsitektur Ekoteologi Dalam Membangun Ekonomi Keberlanjutan di Kabupaten Wajo". Riset ini menitikberatkan pada penguatan instrumen wakaf yang diintegrasikan dengan kesadaran lingkungan (ekoteologi). Tujuannya adalah menciptakan model pembangunan ekonomi yang tidak hanya inklusif secara finansial, tetapi juga berkelanjutan secara ekologis, dengan Kabupaten Wajo sebagai lokus utamanya.

Dekan dan seluruh civitas akademik FEBI UIN Alauddin Makassar menyambut antusias kabar ini. Secara khusus Dekan FEBI menyampaikan bahwa keberhasilan Prof. Muslimin Kara dan tim merupakan bukti nyata bahwa kualitas riset dosen FEBI mampu bersaing di level tertinggi serta menjawab tantangan zaman terkait isu lingkungan dan keberlanjutan ekonomi syariah.

Lolosnya tim FEBI dalam jajaran 7 tim terbaik dari UIN Alauddin Makassar diharapkan menjadi pemantik semangat bagi dosen dan peneliti lain di lingkungan fakultas untuk terus berinovasi melalui platform eRISPRO-LPDP. Hasil penelitian ini nantinya ditargetkan tidak hanya berhenti pada publikasi jurnal internasional bereputasi, tetapi juga memberikan rekomendasi kebijakan bagi Pemerintah Kabupaten Wajo dalam mengelola aset wakaf berbasis pelestarian alam, selaras dengan visi UIN Alauddin Makassar sebagai pusat pencerahan dan transformasi ilmu pengetahuan.


Kontributor: Farid Fajrin