Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
[email protected] Portal Akademik Masuk
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Detail Berita
FESPA 2026 FEBI UIN Alauddin Kaji Investasi Syariah dan Ketahanan Finansial

FESPA 2026 FEBI UIN Alauddin Kaji Investasi Syariah dan Ketahanan Finansial

FEBI News - Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Alauddin Makassar menggelar Seminar Nasional dan Festival Pasar Modal (FESPA) 2026 di Aula FEBI, Senin (19/10/2026). Kegiatan ini membahas investasi syariah, pengelolaan risiko, dan pentingnya menjaga ketahanan finansial.

FESPA 2026 mengusung tema “Visualizing Syariah Capital Market: Harnessing Ethical Innovation, Financial Resilience, and Inclusive Prosperity for a Stable and Sustainable Financial System”. Kegiatan ini diselenggarakan melalui kolaborasi Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) Galeri Investasi Syariah, Program Studi Magister Manajemen Bisnis Syariah, dan Program Studi Manajemen FEBI UIN Alauddin Makassar.

Dekan FEBI, Prof. Dr. Amiruddin K., M.E.I., mengapresiasi peran Galeri Investasi Syariah dan Forum Kajian Ekonomi Syariah (FORKEIS) dalam mengembangkan kegiatan akademik mahasiswa. Ia juga menyoroti kontribusi pasar modal syariah dan sukuk negara terhadap pembangunan fasilitas pendidikan.

Direktur OJK Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Arif Machfoed, menjelaskan prinsip pasar modal syariah yang menghindari riba, maysir, dan gharar. Ia juga memperkenalkan berbagai instrumen investasi syariah, seperti saham, sukuk, dan reksa dana syariah.

Sementara itu, Direktur Pengembangan Pasar Modal Bursa Efek Indonesia (BEI), Reza Shadat Shakmeini, mengingatkan mahasiswa agar memahami risiko sebelum berinvestasi. Ia mendorong mahasiswa memperkuat pengetahuan terlebih dahulu dan tidak menggunakan uang kuliah atau kebutuhan pokok untuk investasi.

“Investasi terbaik bagi mahasiswa saat ini adalah investasi leher ke atas,” ujarnya.

Ketua Jurusan Magister Manajemen Bisnis Syariah, Prof. Dr. Rika Dwi Ayu Parmita Sari, turut menyoroti pengaruh psikologis dalam keputusan investasi. Menurutnya, perilaku seperti fear of missing out (FOMO) dan mengikuti tren tanpa analisis dapat membuat investor mengambil keputusan yang kurang tepat.

Ia menegaskan bahwa kesejahteraan finansial tidak hanya diukur dari besarnya aset, tetapi juga rasa aman, kemampuan mengelola utang, dan kestabilan keuangan.

Diskusi mahasiswa turut membahas pemilihan instrumen bagi investor pemula, transparansi pasar modal, serta kesesuaian praktik short selling dengan prinsip syariah.

Melalui FESPA 2026, FEBI UIN Alauddin Makassar mendorong mahasiswa memahami investasi secara lebih kritis dan bertanggung jawab. Pengetahuan mengenai instrumen, risiko, dan prinsip syariah menjadi bekal penting dalam mengambil keputusan finansial.


Editor: Farid