FEBI UIN Alauddin Dorong Literasi Keuangan Syariah Berbasis SDGs dan Ekoteologi di Pesantren Parepare
Parepare — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Alauddin Makassar menggelar kegiatan literasi dan edukasi keuangan syariah di Pondok Pesantren Zubdatul Asrar NU Parepare, Minggu, 17 Mei 2026. Kegiatan bertema "Literasi dan Edukasi Keuangan Syariah Berbasis SDGs dan Ekoteologi" ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat FEBI yang menyasar komunitas pesantren sebagai mitra strategis penguatan ekonomi umat. Kegiatan ini turut dihadiri unsur pimpinan fakultas mulai dari para Wakil Dekan, Ketua dan Sekretaris Program Studi serta dosen dan tenaga kependidikan lingkup FEBI.
Dalam sambutannya, Dekan FEBI, Prof. Dr. Amiruddin K, M.E.I., menegaskan bahwa pengelolaan keuangan syariah tidak semata berorientasi pada keuntungan ekonomi, melainkan juga memuat tanggung jawab sosial dan ekologis yang sejalan dengan nilai Islam sebagai rahmatan lil 'alamin. Ketua tim pengabdian, Dr. Rahman Ambo Masse, M.Ag., menjelaskan keterkaitan erat antara prinsip keuangan syariah dan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam pengentasan kemiskinan, peningkatan kesejahteraan, konsumsi bertanggung jawab, dan pelestarian lingkungan. Menurutnya, prinsip keadilan, transparansi, keberkahan, serta larangan eksploitasi menjadi fondasi penting dalam membangun sistem ekonomi yang berkelanjutan.
Pada sesi presentasi panel Dr. Rahman bersama Wakil Dekan II, Dr. Murtiadi Awaluddin, M.Si., juga menyoroti rendahnya tingkat inklusi keuangan syariah di Indonesia.
"Data per 2025 menunjukkan inklusi keuangan syariah baru menyentuh angka 13,45%. Pengabdian ke pesantren ini bertujuan agar para ustaz dan santri melek keuangan dan mulai mengakses layanan keuangan syariah," ujar keduanya.
Pada sesi edukasi, peserta mendapat pemahaman tentang pengelolaan keuangan rumah tangga berbasis syariah, investasi halal, produk keuangan syariah, serta pemanfaatan dana sosial Islam (zakat, infak, sedekah, dan wakaf produktif)untuk pemberdayaan ekonomi. Peserta juga diajak memahami hubungan antara perilaku konsumsi dan kelestarian lingkungan melalui pendekatan ekoteologi Islam.
Materi ekoteologi menekankan posisi manusia sebagai khalifah yang bertanggung jawab menjaga keseimbangan alam. Perilaku ekonomi yang berlebihan dan merusak lingkungan dipandang bertentangan dengan nilai Islam. Peserta pun diajak menerapkan pola hidup hemat, pengelolaan sampah rumah tangga, penggunaan produk ramah lingkungan, serta pengembangan usaha berbasis ekonomi hijau.
Di sela rangkaian kegiatan, FEBI juga menyerahkan wakaf Al-Qur'an kepada Pondok Pesantren Zubdatul Asrar NU sebagai bentuk kepedulian terhadap penguatan literasi keagamaan di lingkungan pesantren. Penyerahan ini disambut hangat oleh pihak pesantren dan menjadi simbol sinergi antara penguatan spiritual dan pemberdayaan ekonomi umat.
Sebagai penutup kegiatan, FEBI turut menyerahkan wakaf bibit pohon produktif seperti durian, langsat, rambutan, dan alpukat kepada pihak pesantren. Dua bentuk wakaf ini diharapkan menjadi langkah awal membangun komunitas pesantren yang cerdas secara finansial, kuat secara spiritual, dan peduli terhadap keberlanjutan lingkungan.
Kontributor: Rahman Ambo Masse
Editor: Farid Fajrin