FEBI News - Laboratorium Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf (ZISWAF) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Alauddin Makassar kembali menyalurkan beasiswa pendidikan kepada mahasiswa, Selasa (18/8/2026). Pada penyaluran tahap II ini, bantuan diberikan kepada tiga mahasiswa Program Studi Ekonomi Islam, yakni Muh. Fhiqi Ramadana Arwin, Sultan Muslimin, dan Muh. Ikhsan.
Kepala Laboratorium ZISWAF FEBI, Dr. Trisno Wardy Putra, menjelaskan bahwa bantuan tahap II diberikan kepada mahasiswa yang belum menyelesaikan pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) pada batas waktu awal.
“Penyaluran tahap kedua ini kami persiapkan bagi mahasiswa yang belum melakukan pembayaran UKT melewati batas waktu awal. Setelah ada informasi perpanjangan pembayaran, kami melakukan pendataan kembali dan menyalurkan bantuan kepada mahasiswa yang membutuhkan,” jelasnya.
Wakil Dekan I FEBI, Dr. Rahman Ambo Masse, mengapresiasi program tersebut. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya memberi bantuan kepada mahasiswa, tetapi juga menjadi bentuk penerapan pembelajaran ZISWAF dalam kegiatan sosial.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada LAB. ZISWAF FEBI yang telah memberikan kontribusi melalui implementasi langsung yang dirasakan mahasiswa. Semoga bantuan ini bermanfaat bagi para penerima,” ujarnya.
Program beasiswa ini melibatkan mahasiswa Program Studi Ekonomi Islam angkatan 2023 dan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ekonomi Islam. Keterlibatan mahasiswa menjadi bagian dari proses pembelajaran dalam pengelolaan dan penyaluran dana sosial.
Trisno turut menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa angkatan 2023 dan HMJ Ekonomi Islam yang telah terlibat dalam program tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa Ekonomi Islam angkatan 2023 dan HMJ Ekonomi Islam yang telah bersama-sama menyukseskan kegiatan ini,” tuturnya.
Penyaluran tahap II ini melanjutkan program beasiswa pendidikan yang sebelumnya telah diberikan kepada enam mahasiswa. Dengan demikian, total penerima bantuan dari program beasiswa LAB. ZISWAF FEBI tahun ini mencapai sembilan mahasiswa.
Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan kebutuhan pembayaran pendidikan mahasiswa dan membantu mereka melanjutkan perkuliahan tanpa terkendala persoalan UKT.
Kontributor: Farid Fajrin